Oleh: yukichiitria | April 22, 2011

PBB Ikut-Ikutan Dongkel Khadafy

KRISIS Libya memberi banyak pelajaran bagi komunitas internasional, khususnya anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Satu di antaranya adalah keberpihakanPBB, dimanasemestinya badan dunia itu berposisi netral.

Sekretaris Jenderal putera asal Korea Selatan yang memimpin badan dunia sejak 1 Januari 2007 itu, terkesan semakin kuat mempromosikan kepentingan Amerika Serikat (AS). Sementara kepentingan negara anggota, termasuk Libya, telah disingkirkannya.

Jika di era Sekjen Kofi Annan (1997-2006), keberpihakan itu masih belum terlalu terang-terangan, di era Ban Ki-moon, semakin ‘kasar’. Faktanya? Menghadapi krisis Libya, Sekjen PBB mengutuk secara resmi rezim Khadafy.

Kutukan itu lebih mencerminkan suara AS ketimbang PBB. Atau kalau pun atas nama PBB itu sama saja dengan ikut serta mendongkel Khadafy dari kursi kepresidenan Libya.

Soalnya pernyataan resmi Sekjen PBB itu, dalam waktu singkat langsung diikuti manuver pasukan AS yang berpangkalan di Itali. AS yang sudah sejak pemerintahan Ronald Reagan ingin membunuh Khadafy, pasca pernyataan kutukan Ban Ki-moon, langsung memberi sinyal, pasukannya siap menggempur Libya.

AS seolah merasa lebih bertanggung jawab terhadap warga Libya yang tertindas ketimbang pemimpin Libya sendiri. AS mengindikasikan jika Khadafy terus memimpin negerinya tidak sesuai dengan sistem yang dihendaki AS, hadiahnya adalah serangan militer, seperti yang dilakukannya terhadap Saddam Husein di Irak.

Pasukan AS yang beroperasi di Laut Mediteranea yang langsung berbatasan dengan pantai utara Libya, sebagaimana dilaporkan oleh media Barat, CNN (AS) dan SkyNews serta BBC (Inggris) mulai bergerak ke arah Tripoli.

Selain itu, kutukan Sekjen PBB, diikuti langkah-langkah non-militer sejumlah negara Barat. Mereka beramai-ramai membekukan aset Libya di negara mereka, baik dalam bentuk uang deposito maupun investasi. Sebuah pengeroyokan jahat atau konsiprasi intelektual.

Pernyataan Sekjen PBB itu seolah melegitimasi semua tindakan masyarakat internasional atas pemerintahan Moamer Khadafy. Sepanjang tindakan itu merugikan Khadafy, PBB tidak akan mempersoalkannya.

Keberpihakan Sekjen PBB dalam krisis Libya, juga mengingatkan hal yang dilakukan Ban Ki-moon, akhir Januari 2011 baru lalu terhadap Presiden Mesir Hosni Mubarak. PBB bukannya mengirimkan utusan ke Mesir untuk mendamaikan Mubarak dan rakyat yang memprotesnya melainkan secara implisit meminta Mubarak turun dari jabatannya.

PBB sepertinya mendorong tokoh oposisi Mesir di pengasingan, Mohammad Elbaradei untuk ikut menjatuhkan Mubarak. Siapapun tahu, Elbaradei merupakan “boneka” AS.

Dia pernah ditunjuk PBB untuk mengepalai tim investigasi yang tugasnya mencari tahu apakah Irak selama kepemimpinan Saddam Husein menyimpan senjata kimia dan memproduksi senjata pembunuh massal. Dan yang menjadi sutradara dari misi investigasi di Irak adalah AS. Hanya saja AS menggunakan payung ataupun jaket PBB, agar kepentingan nasionalnya tertutupi.

Bahwasanya Mubarak memerintah secara otoriter dan sudah terlalu lama berkuasa, hal tersebut bukan persoalan yang harus dicampuri PBB. Sama halnya dengan Khadafy di Libya. Mesir dan Libya merupakan negara berdaulat.

Boleh saja semua orang di dunia tidak setuju atas cara Khadafy memimpin Libya selama 42 tahun. Namun hal tersebut merupakan persoalan internal negara itu yang tidak bisa dicampuri oleh PBB atau negara manapun.

Melihat dampak dari pernyataan kutukan Sekjen PBB itu, apa yang terjadi bukannya mendinginkan suasana panas yang menimpa Libya, melainkan seperti bensin yang disiramkan ke api yang sudah mulai membara.

Dari sudut kepentingan hak azasi atau atas alasan apapun, sangat wajar apabila dunia mengecam tindakan Khadafy yang membunuh rakyatnya sendiri. Apalagi Khadafy menggunakan kekuatan militernya, termasuk pesawat tempur untuk menembaki kerumunan massa anti Khadafy.

Tetapi tindakan Ban Ki-moon yang mengutuk Khadafy dengan melegitimasi posisi ke-Sekjen-annya, sangat tidak tepat. Apalagi pernyataan kutukan itu tidak dihasilkan dari sebuah sidang resmi PBB.

Tindakan itu justru semakin memperkuat sinyalimen bahwa Sekjen PBB dan badan dunia itu yang bermarkas di New York, AS itu, sudah menjadi alat diplomasi Gedung Putih. Siapapun yang menjadi Presiden AS, Gedung Putih akan tetap mengontrol PBB dan mendikte Sekjennya.

Pernyataan Sekjen PBB yang mengutuk serangan militer Libya ke kota Benghazi, tempat beraktivitasnya massa anti-Khadafy, jelas semakin membuatnya merasa seperti dihujat. Padahal Khadafy merupakan sosok yang tidak suka dihujat, yang tak mau ditantang.

Ban Ki-moon, diplomat Asia kelahiran 1944 itu ini agaknya lupa, bahwa Khadafy yang kelahiran 1942 merupakan pemimpin otoriter yang punya jam terbang lebih tinggi serta tidak suka digertak. Dia juga diakui bangsa-bangsa Afrika sebagai tokoh pembebasan. Jadi tergantung dari sisi mana melihatnya.

Dalam soal ilmu gertak, dia merupakan satu dari sedikit tokoh dunia yang piawai memainkan gertakan tersebut. Ban Ki-moon dan bahkan AS, seharusnya sadar, tanpa kepiawaiannya itu, Khadafy tidak mungkin bisa berkuasa selama 42 tahun.

Masyarakat dunia boleh membenci bahkan bila perlu memgeksekusi Khadafy. Namun fakta yang tidak bisa dipungkiri Khadafy merupakan manusia super, cerdas dan pemberani. Dalam usia 27 tahun dengan pangkat kapten, ia sudah punya visi dan keberanian mengkudeta Raja Idris yang memimpin Libya pada waktu itu, 1969. Dan berhasil !

Sebaliknya sekalipun Khadafy seorang tukang gertak dan otoriter, namun dia juga ia seorang manusia lembut yang bisa diajak berdialog sekaligus mau menerima pandangan orang lain.

Dua manusia di planet yang kita huni yang mampu “menaklukan” Khadafy hanyalah mereka yang berasal dari Afrika. Yaitu bekas Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela dan mantan Sekjen PBB Kofi Annan, asal Ghana.

Berkat peran Mandela dan Annan, Khadafy bukan hanya mengaku bertanggung jawab atas peledakan Pan Am. tapi lebih dari itu. Menaikkan santunan, ganti rugi kepada semua keluarga korban dengan angka yang fantastis. [mdr]

Headline

sumber: http://nasional.inilah.com/read/detail/1281472/pbb-ikut-ikutan-dongkel-khadafy


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: